Appraiser, Calo & Pesuruh…

Beberapa waktu lalu ada seorang pengunjung blog saya memberikan comment : ” ke laut aja tu calo ” . Waktu saya membaca comment tersebut terlintas dalam kepala saya bahwa orang tadi tidak memiliki pengertian tentang calo dan appraiser, jadi saya maklum saja.

Appraiser berasal dari kata appraise yg artinya memberikan penilaian, umumnya jobdesk appraiser adalah menilai dan memberikan laporan baik terhadap atasan maupun pemilik mobil atau objek yg dinilai. Dalam bekerja, seorang appraiser terkadang memiliki jam kerja lebih banyak dari profesi lain, ” mencari bola “ juga harus dilakukan seorang appraiser. Appraiser dibidang otomotif berbeda jobdesk dengan appraiser pada bank atau pada kantor consultant penilai.

Idealnya, seorang tenaga profesional seperti appraiser memiliki standar yang diakui secara profesional. Di Indonesia sendiri ada sebuah organisasi yg dibentuk untuk memberikan banyak informasi dan melaksanakan sertifikasi untuk appraiser tapi belum termasuk appraiser di bidang otomotif , coba akses di :  www.mappi.or.id .

Calo, anda pasti sering mendengar kata ini atau mungkin membicarakannya. Calo merupakan profesi yg tidak terikat dan tidak memiliki standar profesional. Dia dapat terlibat dalam banyak hal dan banyak pekerjaan yang intinya adalah uang, terkadang dalam bekerja, tidak disertai dengan tanggungjawab yang cukup. Calo jauh dari  keprofesionalan.

Pesuruh, siapapun bisa jadi pesuruh secara sadar maupun tidak sadar. Yang membedakan adalah lamanya ia melakukan, rutinitas dan siapa yang memberikan perintah. Siapa saja bisa menjadi pesuruh, termasuk seorang bos besar dalam suatu perusahaan. Di atas langit pasti ada langit bukan ??

Yang menarik perhatian saya adalah ada benang tipis yang memisahkan antara appraiser, calo dan pesuruh. Saya yakin anda juga berpikiran sama, tetapi tenaga profesional yang ada di MOBIL88 adalah Appraiser karena mereka tidak saja memahami tentang kondisi fisik suatu kendaraan, tetapi juga dokumen dan market price terhadap objek penilaian. Hanya sistematis pekerjaan dan cara bekerja serta tujuannya yang membedakan diantara ketiga jawatan di atas.

Sudah sewajarnya kalau tenaga appraiser yang ada di MOBIL88 memiliki sertifikasi appraiser profesional, mengapa ? Karena profesi appraiser adalah suatu profesionalitas. Kemampuan masing-masing appraiser juga berbeda, cara pandang dan cara berpikir serta cara kerja juga berbeda, hal inilah yang mendasari perlunya sertifikasi, selain menambah mahal ” harga “ seorang appraiser.

Kesimpulannya adalah apraiser, calo dan pesuruh memiliki makna dan fungsi tugas yang berbeda-beda, jika masih ada yang berkomentar kurang tepat saya hanya merasa iba mengapa pengetahuannya begitu dangkal.

Semakin tinggi kedudukan dan pendidikan seseorang harus semakin baik dan bijak ia bertindak dan berkata-kata.

81 Responses to Appraiser, Calo & Pesuruh…

  1. Ian Bood says:

    wow, baru tau saya tentang hal ini, thx for the info gan!

  2. mas, bagus ya?
    mas tolong liat blog saya, dmn kkurangannya

  3. arrew says:

    Jalan jalan ah..😀

  4. XP2 Scout says:

    Kunjungan balik Pak! Terimakasih sudah berkunjung ke blog kami. Wah, saya jadi dapat pengetahuan baru dengan berkunjung ke blog ini. Blognya bagus, informasinya juga bagus.

    Salam hangat dari ujung timur pulau jawa.
    Bahtera Prabaswara

  5. risestar says:

    bagus banget kak….
    makasih infonya,,q baru tau nih hal kayak gini..
    thanks again..

  6. Baru tau saya perbedaan masing2 antara appraiser, calo dan pesuruh, saya setuju appraiser merupakan profesi yang professional tentunya apalagi dikatakan bersertifikasi lagi, terima kasih infonya

  7. Wah saya baru tau mengenai perbedaan antara ke-3 ini, saya setuju kalau appraiser merupakan sebuah profesi yang professional bersertifikasi lagi, terima kasih infonya

  8. sudutpadang says:

    thank’s infonya… lam kenal…🙂

  9. Hi, saya dapat pesan dari anda di blog “bunch of retards”..
    begitu post, langsung deh ada pesan, tapi saya masih newbie, jadi blom tau mau ngapain.. btw salam kenal ya.. thx comment nya..

  10. idisuwardi says:

    oh,,,ternyata gitu ya…thanks ya mas.

  11. defrimardinsyah says:

    Terima kasih sudah mampir..
    kunjung balas…
    salam

  12. Tambahan ilmu buat saya…terima kasih. Nanang’s last blog

  13. kgd92010 says:

    bener pak, saya juga sering dengar orang yang berpendidikan tinggi tapi gak tau jaga bicaranya. bapak juga pasti tau yang terjadi di pansus DPR, kan? ada salah satu anggotanya kalo bicara gak menunjukkan bahwa dia seorang wakil rakyat padahal dia seorang yang berpendidikan tinggi dan sudah lumayan terkenal lagi. saya hanya bisa berdecak sedih melihat kondisi seperti ini. diblog bapak, saya liat sudah sangat baik penjelasan yang bapak berikan. mudah2an di baca oleh org ybs. saya dukung bapak lho…🙂

  14. booksaddict says:

    Kunjungan balik. Setuju sekali dengan pesannya, ga ada gunanya pendidikan tinggi kalau bicaranya tidak pakai logika, santun dan terarah. Keep posting ya, salam

  15. z4nx says:

    dapet pengetahuan gak cuma di sekolah, sering blogwalking bisa nambah wawasan,ilmu dan tmen2nya..kaya blog ini..nuhun kang

  16. Lebih tinggi pendidikannya, lebih banyak mendapatkan ilmu niscaya memberikan kepercayaan diri dan perbedaan “kata-kata”.

    Sopan, Ramah merupakan salah satu hal sederhana yang kadang dilupkanan dalam hal “menjual”. Anda pasti setuju.

    Terima kasih sudah mampir di blog saya

  17. bayuputra says:

    salam kenal.. dari saya blog pemula di Kalimantan Tengah…

  18. darahbiroe says:

    mungkin yang bilang calo kelaut ajah dia pernah sakit hati ama calo hehe

    kunjungan persahabatan selalu🙂

  19. Mungkin calo yang dimaksud lain kali ya mas sampe komen begitu. baru denger juga istilahnya nie… nambah pengetahuan baru ni…

  20. 54putra says:

    iya mas..kyknya calo kata2 negatif di artikannya..emg mgkn sebagian gt sih calo nya mas..kyk dibandara di jakarta…apa tuh spanduknya ada calo2 gt..dan malangnya gua kena tipu sama calo ya nama nya, yang biasa ngetem didpn bandara yang kayak supir taxi, gk tw nya bukan taxi..terus kena 250rb lagi.padahal kalau naik taxi paling 50rban mas..jadi pelajaran tuh buat saya..^_^

  21. fauzan212 says:

    cra.ny nampilin blogstats ttu gmn ??

    blz d.blog.qw eaw ..

    fauzan212.wordpress.com

  22. cobaberbagi says:

    kunjungan balik pak

  23. Achmad says:

    Wah infonya marteb juga ya. Trims sharingnya.

    Salam, Achmad Fauzi di Surabaya

  24. koropedang says:

    sangat inspiratif baru tau nih

  25. elfaridi says:

    nice post pak, salam kenal mari kunjng keblog saya n komen:)

  26. Mie Sehati says:

    salam

    semoga sudah banyak yang tahu berkat artikel ini

    TFS

    salam

  27. musikdanfilm says:

    betul dan setuju.. kalau mau menilai serahkan pada ahlinya… salam nonton

  28. Rahmad says:

    Kunjungan balik, mas. Setuju dengan artikel di atas, semoga orang bisa membedakan dan pandai memilah mana yang Appraiser, mana yang Calo & mana yang Pesuruh.

    Tukeran link mas, yuk.

  29. Henky says:

    Kunjungan balik juga, bagus mas artikelnya, membuka mata terhadap perbedaan antara calo, appraiser dan pesuruh biar orang-orang tidak sembarangan melabelkan semua sebagai calo.

    Salam kenal.

  30. Calo….saya ada pengalaman buruk dengan profesi ini,Pak….

  31. hasanabdulwahab says:

    Salam Kenal..
    Trim kunjungan & Infonya.

  32. vegaterz says:

    Kata Calo di masyarakat kita lebih banyak diasosiasiakn sebagai sebuah pekerjaan menghubungkan/perantara (gimana sih kata yang tepat hehe….) yang lebih banyak merugikan. ini terjadi karena ulah oknum yang menyalahgunakan profesi ini dgn menjalankanya secara kasar. padahal dalam beberapa kasus keberadaan mereka bisa membantu.

  33. hadisome says:

    kunjungan balik pak. thanks sudah berkunjung ke blog baru saya🙂

  34. meilandolife says:

    Kunjungan balik, salam kenal saya meilando dari kota Palembang, info yang bermanfaat..
    ‘Semakin tinggi kedudukan dan pendidikan seseorang harus semakin baik dan bijak ia bertindak dan berkata-kata’.
    saya sangat setuju,..^_^

  35. choiruzaman says:

    Kunjungan balik…artikel menarik…kebetulan nih..siap2 cari MoKas…

    Tx

  36. Nashori Ws says:

    Wah..wah.. ramai diskusìnya. Syang sy ga paham masalahnya, jadi ga bisa ikut nimbrung.
    Oke makasih sj buat bos yg udah nengok pondok jamuku.

  37. massulthon says:

    terima kasih atas komentarnya

  38. DioN says:

    di Semarang, alamatnya mana ? thanks

  39. mikha_v says:

    Semakin tinggi kedudukan dan pendidikan seseorang harus semakin baik dan bijak ia bertindak dan berkata-kata.

    VOTED!! haha. Prinsip ini menyinggung banget orang yang komentar “ke laut” tadi.

  40. coe says:

    bgs bgt bro blognya..enakan jadi APP apa SA seh BOS??.

  41. uduk-uduk says:

    waduh…ada niat seh untuk gabung di mobil88, tapi ga ada pengalaman jadi appraiser…..hee.hee..ada tips ga ya buat jadi appraiser yang handal???ehem…

  42. medy says:

    wah kebetulan saya sedang mencari artikel tentang appraiser otomotif, bisa dijelaskan lebih lanjut mengenai profesi ini mas? Kebetulan saya lihat ada lowongan kerja appraiser, dan bisa sedikit memahami profesi ini. Trims

  43. rozi says:

    Mas,bisa terangkan apa kerja dari jasa penilai publik??
    terima kasih atas kesediaannya…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: